Beserta Balasan
Menyetarakan
semua yang ada, Tuhan menempatkan kelakuan beserta balasan, kebiadaban beserta
karmanya.
Hukum alam
jika karma itu datang. Cinta, kasih sayang, rindu, semuanya akan terbayar oleh
waktu, begitupun dengan pilu, balasan terindah adalah menemukan jawaban yang
tepat. Tak hanya pada fisika, kimia atau matematika, jawaban yang tepatpun ku
temui di dunia yang terbuka.
Tak hanya
perdebatan tentang ilmu eksak atau sosial, bukan sekedar mencibir lalu
terhentak dan menyerah, aku takut memang, hanya caraku bertahan akan ku
lakukan.
Bukan tak
gentar, aku memang gencar. Namun pilihan terakhir adalah bertahan. Bertahan
bukan maju, ku tunggu arus berbalik arah terhenti, namun sial itu tak akan
pernah terjadi. Hidup manusia pasti melakukan kesalahan, dan karma terhenti
pada insan penuh nafsu birahi, pengecut halus tanpa tau berkaca diri.
Tuhan
menciptakan halnya berpasangan, ku bilang kebiadaaban beserta karma yang memang
hukum alam.
Tuhan mungkin
geram. Namun tandaku bersyukur masih lah tak kunjung terlaksanakan. Makhluk
hina yang kejam. Meski sadar karunia Tuhan begitu indah terletak dekat, bukan
diantara samudra, bukan dihimpit oleh kedua benua, tidak berada di Eropa sana,
dekat. Hanya tak pernah ku syukuri dan baru kini ku sadari. Maafku Tuhan, Tuhan
maha penerima taubat ku tahu, sebab asmaul husna_Nya menyebutkan, namun tidak
berarti itu sebuah kesempatan agar dapat ku lakukan serupa lagi buruknya
kejadian. Bodoh, tuli, pelupa, hanya orang pengecut yang berpura-pura seperti
itu. Dan aku ada diantaranya.
Melawan arus.
Aku salah, berdosa, membohongi, dan kadang ku tangisi.
Maafkan aku
nenek, ibu, ayah.
Doakan agar
kelak aku tidak lagi melakukan kesalahan yang sama, yang bahkan lebih dari ini.
Komentar
Posting Komentar